Metrotvnews.com, Gaza: Kecaman sejumlah negara tak membuat Israel menghentikan serangan ke Palestina. Terbukti, pesawat-pesawat tempur Israel melanjutkan serangan ke Jalur Gaza, Palestina. Terakhir, serangan diarahkan ke Universitas Islam Gaza. Saksi mata mengaku mendengar enam ledakan di universitas tersebut.
Serangan ke Universitas Gaza menggambarkan keseriusan Israel memperluas serangan ke wilayah Palestina. Bahkan, Israel berencana mengirim pasukan tambahan untuk serangan darat. Di tengah protes dunia atas serangan tersebut, Menteri Luar Negeri Israel tetap mengatakan bahwa serangan tersebut sebagai upaya menghentikan serangan roket ke wilayah mereka. Hal yang sama juga dinyatakan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak.
Korban tewas akibat serangan udara Israel, sudah mencapai 290 orang lebih. Sejak Sabtu silam, setidaknya 300 serangan udara dilancarkan Israel ke Jalur Gaza.
Di Jerusalem, Kabinet Israel menyetujui pemanggilan sekitar 6.500 prajurit cadangan untuk bersiap-siap melakukan serangan darat. Israel sudah menurunkan pasukan sebanyak dua kali lipat ke Jalur Gaza, sejak Sabtu silam. Militer Israel mengaku membutuhkan sekitar 10 ribu tentara untuk melakukan serangan berkekuatan penuh.(DSY)
sungguh TERLALU, langsung saja ketika waktu kesepakatan damai berakhir zionis israel mnggempur palestina di saat umat islam menyambut datangnya tahun baru 1430 H.
pilu hati ini mendapat kabar darah saudara-saudara se akidah telah ditumpahkan israel ditanah palestin, bertambah miris melihat umat islam tak berdaya untuk menghentikannya..
kegeraman pun muncul ketika PBB hanya diam tak peduli seakan tak punya atau bahkan memang tak punya gigi ketika berhadapan dengan zionis..
Sebagai organisasi dunia terbesar, tak mampu atau mungkin tak mau berbuat apa-apa untuk menegakan keadilan… apakah keadilan hanya milik mereka negara-negara yang kuat? apakah kita tak berhak mendapat keadilan? dimana fungsi PBB untuk menegakan perdamaian? dimana Dewan keamanan untuk memberikan keamanan? mengapa mereka hanya diam? apakah mereka berprinsip bahwa “diam itu emas” dalam hal ini? sungguh terlalu…
aksi protes mengutuk gempuran israel dan sikap diam PBB pun terus bergulir didunia, tp tetap saja mereka belum/tidak bergerak seolah-olah menutup telinga… bahkan israel tetap menyerang palestina dan mempersiapkan untuk melakukan serangan berkekuatan penuh…
para mujahid falestin terus berjuang dan menggalang persatuan untuk melawan israel.. berjuang dengan harta dan jiwa mereka… bahkan anak kecilpun ikut serta walau dengan batu-batu yang mereka genggam….
saudaraku… apa yang telah kita lakukan untuk mereka??? adakah kita membantu dengan harta atau jiwa kita???
apakah perbedaan negara menjadi pembatas persaudaraan kita dengan mereka?
apakah perbedaan bahasa membuat kita enggan membantu mereka?
apakah perbedaan-perbedaan yang kita miliki menjadi hijab kepedulian kita kepada mereka?
sungguh mereka adalah saudara-saudara kita… karena seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bersaudara dan bagaikan satu tubuh, jika satu bagian sakit, maka yang lain juga ikut merasakan sakitnya….
apa yang dapat kita lakukan mereka??? walau kita blm bs ikt berjihad ke sana, atau blm mampu untuk membantu dengan harta kita, Setidaknya, janganlah bakhil dalam kata-kata untuk mendo’akan mereka…
“Allohumma unsur ikhwana almujahidina fii falestin, Allohumma anshiril muslimina wal musthad afiina fii falestin, Allohummanhsurhum ‘alaa ‘adaaihim, wahaqiq limujahidina aamaalahum, wamakkin hum fii tathbiiqi syaretuka fii ardhi bilaadihim, wastabbithum wawahhid sufufahum, wa allif qulubahum ya robbal ‘alamin”
“Kemenangan itu kan menjelang, walau tak kita hadapi masanya tetaplah Al-Haq pasti menang”
W.A.